Selasa, 18 Maret 2014

CERPEN : SECERCAH HIDAYAH


Gemericik air dari langit masih terdengar, bau tanah telah lenyap dibawa angin yang berhembus. Aku masih enggan  berpisah dari guling dan selimut, ‘ tok-tok ! ani.. bangun,  sudah siang.. kamu sudah Subuh apa belum,? Ayo bangun,” Teriak ibu dari luar. Aku diam saja tidak menjawab karena tadi aku tidak subuh entah untuk keberapa kalinya,  aku jarang subuh. An..  ayo bangun,  cepetan mandi.. entar telat kesekolah, lo. Terdengar suara ibu dari luar sambil menggedor-gedor pintu kamarku.